Sejarah Pembuatan Webbing Sling Dan Jenis-Jenisnya

Sejarah Pembuatan Webbing Sling Dan Jenis-Jenisnya akan Kami informasikan kepada Anda. Kami berikan informasi ini selain memberikan informasi sejarah jangkar kapal dan sejarah rantai kapal. Khususnya untuk Anda yang saat ini akan membeli webbing sling mari mengenal sejarah pembuatan webbing sling dan jenis-jenisnya terlebih dahulu.

Meskipun pada dasarnya pembuatan webbing sling tidak diketahui kapan waktu tepatnya. Namun webbing sling memang sudah ada sejak lama sejak dimulainya. Webbing  itu sendiri adalah sebuah anyaman / tenunan kain yang kuat yang berbentuk datar atau pipih. Selain itu ada juga yang berbentuk tabung dengan ukuran lebar yang berbeda-beda. Sedangkan webbing sling adalah webbing yang ujungnya diberikan jahitan yang membentuk lingkaran sebagai alat kait sebagai penggantai wire rope sling / chain sling dan atau webbing yang dijahit melingkar agar dapat dikaitkan pada sebuah benda untuk ditarik / diangkat.

Pada awalnya webbing ini dibuat menggunakan bahan katun yang tipis dan halus. Dengan aplikasi yang digunakan sebagai pengganti tali untuk aplikasi yang ringan. Namun seiring dengan perkembangan zaman, tepatnya tahun 1970 bahan pembuat webbing disempurnakan dan diproduksi menggunakan nilon, serat polypropelene dan juga serat polyester.

Dengan hal inilah webbing tersebut memiliki nilai breaking load yang artinya dapat digunakan untuk aplikasi yang berat. Webbing sendiri dibagi menjadi 2 tipe jahitan yaitu :

  • Webbing Jahitan Pipih

Webbing tipe ini adalah webbing yang dianyam dengan anyaman padat tanpa lubang diujungnya. Webbing dengan tipe jahitan pipih ini tersedia dalam berbagai macam ukuran dan kekuatan. Hal ini karena memang tipe webbing ini bisa digunakan di berbagai aplikasi. Bentuknyayang datar sangat cocok untuk diikatkan pada benda yang lebih besar.

Namun tentu saja webbing ini memiliki kelemahan, kelemahan yang dimilikinya adalah rentan terkena abrasi. Hal ini karena webbing jahitan pipih lebih kaku dibandingkan dengan anyaman tabung.

  • Webbing Jahitan Tabung

Tipe webbing sling yang kedua adalah webbing jahitan tabung. Tipe webbing ini dianyam dengan bentuk menyerupai tabung, sehingga webbing dengan anyaman tipe ini berbentuk seperti selongsong yang terbuat dan serat. Webbing jahitan tabung ini dapat digunakan untuk melindungi permukaan sebuah tali, kawat maupun benda yang dapat masuk pada selongsong webbing ini.

Meskipun webbing tipe tabung ( tubular ) ini juga rentan terhadap abrasi, namun tentunya lebih baik dari webbing jahitan pipih. Karena webbing ini lebih memiliki kelenturan akibat teknik jahitan yang tidak setebal jahitan pipih.

Berbeda dengan webbing, webbing sling juga memiliki dua jenis yaitu :

  • Eye Webbing Sling

Eye Webbing Sling adalah tipe webbing sling yang bentuknya seperti wire rope sling atau chain sling . Ciri yang dimilikinya adalah adanya mata kait di masing-masing ujungnya. Dengan adanya mata kait tersebut, maka eye webbing sling ini dapat menggantikan fungsi dari wire rope sling dan chain sling itu sendiri dalam aplikasi lifting maupun lashing ( Angkat dan Ikat ).

  • Round Webbing Sling

Round Webbing Sling adalah webbing sling yang dijahit berbentuk melingkar / lingkaran dan dibungkus dengan pembungkus dari serat sintetis yang juga terbuat dari bahan yang sama.

Lalu sebenarnya apa sih fungsi dari webbing sling ?

Fungsi dari webbing sling pada dasarnya sangat banyak. Namun penggunaanya tentu disesuaikan dengan tipe webbing sling tersebut. Fungsi tersebut antara lain:

  1. Penggunaan Webbing pada tali parasut untuk mengikat manusia atau orang dengan parasutnya. Selain itu juga pada alat bantu lainnya dan berfungsi sebagai aplikasi di pesawat terbang.
  2. Penggunaan Webbing pada sabuk pengaman pada setiap kendaraan ( mobil, truk, kereta, pesawat, dll ).
  3. Packaging / Lashing Cargo untuk mengikat Cargo atau barang-barang paket. Dalam aplikasi ini, webbing digunakan pada bidang Cargo / pengiriman barang. Selain itu aplikasi ini juga digunakan pada bidang transportasi untuk mengirim barang seperti pada cargo pesawat, truk, kareta api, dll. Sedangkan untuk aplikasi Lashing Cargo yang lain adalah di bidang Logging, yaitu Lashing pada kayu log untuk dikirim ke pabrik pengolahan kayu. Pada aplikasi ini webbing biasa digunakan bersamaan dengan ratchet strap dan juga webbing sling.
  4. Safety Webbing untuk alat keamanan seperti safety harness, pengikat kasur gantung. Webbing biasa digunakan pada bidang pariwisata yang menggunakan safety harness atau alat ikat apapun untuk keamanan wahana pariwisatanya. Dan selain itu aplikasi ini juga digunakan dibidang Climbing / panjat tebing baik di alam terbuka ataupun di tempat latihan panjat tebing.
  5. Lifting Equipment untuk mengangkat barang. Pada aplikasi ini webbing banyak digunakan di bidang perkapalan, yaitu digunakan untuk mengangkat benda sebagai pengganti wire rope sling dan chain sling. Aplikasi lain yang menggunakan webbing sebagai alat lifting yaitu pada bidang konstruksi, yaitu digunakan untuk mengangkat beban untuk kebutuhan konstruksi bangunan rumah, gedung bertingkat, jembatan dan lain-lain. Webbing sling digunakan pada aplikasi ini.

Dari berbagai fungsi diatas, fungsi utama dari webbing sling adalah lashing dan lifting.

Untuk membedakan kapasitas working load webbing sling Anda bisa melihat dari warnanya di buku panduan. Sedangkan untuk membedakan kapasitas round sling Anda juga dapat melihatnya pada tabel warna yang ada pada katalog dan juga buku petunjuk penggunaan. Atau cara yang lebih mudah lagi adalah dengan menghitung jumlah jahitan yang ada pada round sling tersebut. Jika ada 2 jahitan lurus, dapat dipastikan round sling yang anda miliki memiliki kapasitas working loadnya 2 Ton.

Untuk itu, jika anda membutuhkan webbing sling atau round sling segera dapatkannya di tempat Kami UD.Samudra Jaya. Kami menjual webbing sling dan round sling tersebut ke seluruh wilayah Indonesia.

UD Samudra Jaya © 2015-2017
error: Jangan nyuri artikel disini bos, kalau mau copas/nyuri, minta ijin dulu ya !!